Empress Orchid & the Last Empress (sekuel)

Menceritakan perjalanan hidup Ratu Cina di era dinasti Ch’ing. Kisah selir muda yang kemudian menjadi ratu, wanita paling lama yang berkuasa di dunia laki-laki.
Tzu Hsi Yehonala, lahir dari keturunan Manchuria, suku yang menguasai Cina sejak 1644. Putri Yehonala memulai hidup kebangasawanannya melalui ‘open recruitment’: “Yang Mulia Kaisar Hsien Feng mencari calon-calon istri!” sebagai seorang gadis Manchu, keturunan klan biru dan berusia 17 tahun, Putri Yehonala menguatkan hati dan memberanikan diri untuk mencoba peruntungannya… Terpilih menjadi selir ke empat dengan gelar Putri Kebajikan nan Tak Tertandingi!

sebagai seorang dari ribuan wanita yang menuntut perhatian penuh dari kaisar, Anggrek mengetahui bahwa dia harus mengambil kendali hidupnya sendiri. Setelah mengahbiskan waktunya untuk berusaha mempelajari seni memuaskan pria, dia mengorbankan segalanya dengan menyuap jalannjua untuk memasuki kamar tidur kerajaan dan merayu kaisar. Hsien Feng adalah lelaki bermasalah. Tetapi tetap saja ada saat2 dimana cinta di antara mereka menggebu dan murni. Dan tak lama, Anggrek memperoleh keberuntungan dengan memberinya satau-satunya keturunan laki-laki dan pewaris takhta. Dengan pangkat seorang Maharani, sang putri tetap harus berjuang untuk mempertahankan posisinya diantara para kekasih muda sang kaisar.

Penyerangan oleh Inggris, Prancis dan Rusia pada 1860, disusul dengan pendudukan Peking, memaksa kaisar untuk keluar dari kota terlarang dan bersembunyi di pengasingan, Jehol. Dengan kalahnya Cina, malu tak tertanggungkan, kaisar meninggal diusianya yang tergolong muda, Yehonala harus menjadi wali bagi putranya, Tung Chih, yang baru berusia lima belas tahun.

Wafatnya Hsien Feng, menyebabkan kudeta dimana-mana. Namun, Yehonala berhasil memadamkannya dengan bantuan saudara iparnya dan jenderal Yung Lu, yang tampan. Sebagai Janda Kaisar, di usia muda dan penuh gairah, Maharani hanya bisa menelan ludahnya sendiri… membuang jauh2 hasrat mudanya yang penuh gairah…

Setelahnya, Maharani melanjutkan kepemimpinan terselubungnya dibalik tirai2 kota terlarang.. karena bagaimanapun juga, wanita pemimpin adalah hal yang mustahil saat itu.. dengan terus mengajari anaknya menjadi kaisar sesungguhnya, maharani membantunya dengan mengambil keputusan2 sulit, belajar dengan siapa harus bersatu dan dengan pihak mana harus dicurigai. Beliau terus mendampingi putra kandung dan angkatnya memimpin hingga abad selanjutnya.

Kaisar Muda Tung Chih meninggal di usai 19 tahun, kemudian Yehonala mengangkat Guang-hsu, putra adiknya Rong dengan Pangeran Ch’un, adik Kaisar Hsien Feng. Setelah memerintah sekian lama, diusianya ke 38 tahun, kaisar Guanh-hsu meninggal.. untuk ke sekian kalinya Putri Yehonala harus menyaksikan orang2 tercintanya meninggal dunia dengan kondisi kekaisaran yang makin terpuruk. Kekalahan perang terhadap Negara asing, kudeta dalam negeri silih berganti mengikis kekuatan dinastinya tercinta. Garis darah kekaisaran makin menipis, maharani harus menunjuk kaisar berikutnya sebagai penerus. Puyi – berusia 3 tahun – cucu Jenderal Yunglu dan keponakan maharani sendiri.

Permaisuri Tzu Hsi wafat diusianya yang ke 73. usai pemakamannya, keruntuhan cina tak dapat dihindari lagi.

About permatasuri

Dreamer, lovely wife, great bussiness women (will be!). Love to read and write, also organization activist. Travelling, Food lover, sometimes cooking. Insterested in craft, sewing, kniting. Marriege with Iman Sulaeman, a lovely guys, handsome and of course my angel.
This entry was posted in The Book. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s