Penghafal AlQuran

Sejak kecil ketika mendengar atau berkenalan dengan seorang Hafiz Qur’an gw selalu kagum.  Hanya kagum tanpa pernah terbersit bahwa suatu saat nanti gw pun bisa menjadi penghafal AlQuran.  Gw selalu beranggapan bahwa penghafal AlQuran adalah manusia terpilih, bukan karena ikhtiar manusia.  Sejak kecil mereka (para tahfiz Quran) sudah memiliki dunianya sendiri.  Dunia yang jauh berbeda dengan dunia gw.  Walaupun dalam pelajaran agama dulu ada juga hafalan ayat atau surat, tapi menghafal ayat2 suci dengan bacaan yang benar? rasanya jauh yaaa…

————————————————————————————-

Ga’ jauh dari rumah ada tempat kursus baca Qur’an, namanya Rumah Tajwid.  Sejak memutuskan jadi wirausaha gw jadi punya waktu lebih seru.  Setidaknya sekarang gw bisa ngatur waktu bukan ngikutin si waktu.  Iseng2 nanya untuk ikutan kursus, sambil ngisi waktu, sambil belajar ngelurusin lidah gw yang udah kelu.  Alhamdulillah, ada kelas yang dibuka.

Hari minggu (26 Juni 2011) pertemuan perdana seluruh murid dan guru Rumah Tajwid.  Beberapa anak memperdengarkan kebolehannya dalam mengaji.  Subhanallah, sungguh menakjubkan anak umur 7 tahun udah hafal juz 30!… malu banget gw, lawong sholat 5 waktu aja keseringan bingung mau baca surat apa? saking minimnya surat yang gw hafal… *tersenyumkecut*.

Setelahnya ada seorang ibu (gw lupa namanya) yang memberikan testimoni.  Ibu tersebut belajar di rumtaj sejak 2008, artinya sudah 3 tahun yaa.. saat itu usianya sudah 57tahun, tahun ini berulang tahun ke 60. Bisa nebak ga’ umur segitu bisa menghafal AlQuran berapa banyak?… fantastis banget: 7 Juz!.. Subhanallah!.. Kata beliau: jika bukan AlQuran yang dihafal mana mungkin seusia saya masih bisa menghafal?… *plak* sekali lagi gw malu…

Gw sungguh ngiri sama semua murid disini.  Padahal rumtaj deket banget sama rumah gw, masih satu RW! gw pun dah sering lewat, tapi kenapa baru sekarang tergerak untuk ikutan?..

Alhamdulillah, gw dapat hidayah..

Sebuah paradigma masa lalu yang salah sudah gw buang jauh-jauh.  Siapa saja, jika ada kemauan pasti bisa.  Engga mesti Ustadz, Ustadzah, anak pesantren, anak pak haji, siapa pun.. Kuncinya cuman 1: MAU.  Kemauan yang kuat agar mendapatkan gelar: Hafiz atau Hafizah.  Dalam sebuh hadits Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang tidak mempunyai hafalan Alquran sedikitpun seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (HR at-Tirmizi).  Bahkan Rasulullah SAW memuliakan mereka yang menghafal AlQuran.  Dalam sebuah kisah Rasulullah SAW pernah mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca dan hafalan Alquran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalannya.

Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah SAW, ”Berapa banyak Alquran yang telah engkau hafal, hai fulan?” ia menjawab: ”aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah SAW kembali bertanya, “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah SAW bersabda, “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”

Karena Islam adalah Rahmatan Lil Alamin – rahmat untuk alam semesta, rahmat untuk sekalian umat.

Bismillah…

*mengutip beberapa hadits dan kisah Rasulullah SAW

About permatasuri

Dreamer, lovely wife, great bussiness women (will be!). Love to read and write, also organization activist. Travelling, Food lover, sometimes cooking. Insterested in craft, sewing, kniting. Marriege with Iman Sulaeman, a lovely guys, handsome and of course my angel.
This entry was posted in gado-gado, My Fam and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s