Pedagang vs Pengusaha

Selama menjadi karyawan saya berfikir menjadi pengusaha itu enak: income berbanding lurus dengan kerja keras.  Artinya ketika si pengusaha bekerja sangat keras income yang didapat bisa berlipat-lipat, begitu pula sebaliknya kalau malas yaaa no income.  Sementara bagi karyawan tidak begitu.  Seberapapun kerasnya ia bekerja kenaikan income bisa didapat setahun kemudian, ketika performance appraisal dilakukan.  Itupun jika ‘kerja kerasnya’ dinilai berpengaruh positif terhadap performance divisi atau departemen atau perusahaan secara luas.

Lantas saya mulai menjadi amphibi alias pedagang + karyawan dengan harapan nantinya akan menjadi pengusaha.  Betul saja ketika saya rajin menawarkan jualan maka omzet saya baik.  Ketika kerjaan dikantor rame, ya engga ada yg beli!..  setelah resign, dan mengganggap diri saya sudah menjadi full pengusaha, kondisi seperti ini tetap saja terjadi.  Desember 2010 misalnya, saya liburan seminggu.. omset? ya turun pula, karena tidak ada transaksi selama 2 minggu!  Lantas bagaimana bisa kaya jikalau kita tidak bisa menikmati waktu? keberadaan secara fisik menjadi hal yang mutlak!..

Saya tersentak ketika membaca bukunya Bradley Sugar – Instant Casflow.  Bussiness is commercial profitable entreprise that works without me!. Yup, ternyata pengusaha itu harusnya tidak bergantung pada ‘keberadaan fisik’ saja.  Lantas siapa yang ngurusin bisnisnya kalau bukan Saya?.. yaa karyawan.. caranya?..

Sistem adalah kuncinya.  Yang harus diurusi oleh pengusaha adalah bisnisnya bukan berkerja didalam bisnis.  Menarik ga pernyataannya?.. saya kasi analogi abang nasi goreng dipojokan komplek.  Abang nasgor tidak mengurusi bisnisnya, dia menghabiskan hari bersama nasi dan penggorengan untuk membuat nasgor terbaik dikomplek, dia bekerja di dalam bisnisnya.  Karena pada akhirnya Business is all about managing people.

Itulah perbedaan besar pedagang dan pengusaha, dimana akan sangat mempengaruhi cash flow nantinya.  Pengusaha membangun pondasi bisnis, memiliki visi terhadap bisnisnya kedepan sementara pedagang akan berkutat pada pendapatannya pada hari itu!

PR besar saya tuh, membangun pondasi KiosDelima yang kokoh agar dapat mencapai visinya, menjadi seperti apa yang saya impikan.  Bismillah!..

About permatasuri

Dreamer, lovely wife, great bussiness women (will be!). Love to read and write, also organization activist. Travelling, Food lover, sometimes cooking. Insterested in craft, sewing, kniting. Marriege with Iman Sulaeman, a lovely guys, handsome and of course my angel.
This entry was posted in gado-gado, My biz and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s