The Art of Selling

Minggu ini diisi dengan Pelatihan.  Tanggal 6 kemarin seminar selling, selasa & rabu besok lebih panjang temanya, lebih lengkap bahasannya, semoga saja tidak lebih ‘ngantuk’.  *ganjelmatapakekorekapi*😀

The Art of Selling, tau kan ternyata 80% dunia bisnis itu adalah menjual! sisanya baru diisi dengan aktivitas lain seperti administrasi, keuangan, pengelolaan sumberdaya dan sebagainya.  kenapa kok bisa sampe 80%? iya karena kegiatan menjual adalah ujung tombak dari semua bisnis, baik barang maupun jasa.  Sebagai pemilik bisnis, kegiatan jual menjual harus menjadi bagian yang ‘menyenangkan’.  Kita tidak bisa meninggalkan kegiatan ini ke salesman begitu saja.  Penjualan sendiri sebenarnya tidak berdiri sendiri.  Kegiatan ‘sales’ hanya bagian dari rancangan pemasaran yg lebih besar dan harus terintegrasi.

Dasar ilmu pemasaran itu kan mengenalkan kita 4P yaa: Product, Price, Place and Promotion! ke 4 tombak itu harus saling mendukung sehingga jurus2 penjualan dapat diaplikasikan dengan mudah dan tepat.

Sebelum menjual yang harus diketahui oleh seorang sales adalah: USP: Unique Sales Point!.. Produk kita itu harus: berbeda dari produk sejenis di pasaran, memiliki keunikan serta ada nilai tambah yang diberikan.  USP ini sangat krusial, karena jika produk yang kita jual tidak punya nilai USP atau bahkan kita yang tidak bisa atau salah menentukan USP maka jurus2 penjualan yang aduhai itu bakalan sia2 alias susah banget diterapinnya.  Kasian deh jadi salesnya X_X😦

Selanjutnya yang harus dipahami adalah “Kenapa orang membeli?” karena punya uang? yang paling tepat sih karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi!.. untuk pemenuhan kebutuhan ini, ga’ punya uang jg pasti dicari agar kebutuhan tersebut terpenuhi. Contoh fenomenalnya: Blackberry.  Sekarang ini sudah 3juta pengguna blackberry di Indonesia.  Semua penggunanya merasa butuh, walaupun kehidupan kesehariannya pas-pasan.  Seperti cerita office boy di sebuah kantor: kenapa beli bb?.. ya karena butuh mba, saya kan juga mau gaya. Ga’ mau ketinggalan. Nah, itu dia! betul banget, gaya hidup juga sebuah kebutuhan.  Jadi, sebagai pemasar kita harus bisa melihat celah: kebutuhan.  Jika tidak ada? creat it!.. banyak banget barang dipasar yang tadinya tidak kita butuhkan, tapi kita ikutan beli karena mendadak butuh!… Kebutuhan itu datangnya dari pikiran, bukan fisik.  Jadi tanamkan dibenak target market kita bahwa mereka membutuhkan produk kita.

Lantas, bagaimana supaya membuat orang membeli di toko kita? bukan di toko sebelah?.. itu adalah nilai tambah.  Kita harus bisa memberikan nilai tambah.. untuk kasus yang sama blackberry, agar orang membeli ke toko kita, berikan mereka nilai tambah.. misalnya: layanan upgrade software, garansi toko, ada layanan purna jual dan lainnya.

bersambung yaa.. sudah pagi nih😀

supported by: KiosDelima

About permatasuri

Dreamer, lovely wife, great bussiness women (will be!). Love to read and write, also organization activist. Travelling, Food lover, sometimes cooking. Insterested in craft, sewing, kniting. Marriege with Iman Sulaeman, a lovely guys, handsome and of course my angel.
This entry was posted in gado-gado, My biz and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to The Art of Selling

  1. Noor Hidayat says:

    Salam kenal, kayaknya training tanggal 6 yang dilaksanakan di jalan duren tiga bukan ya mba’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s