Karyawanku sayang, karyawanku kurang ajar..

Ketika memutuskan menjadi entrepreneur,  sebagai kutu loncat di kancah dunia karir, gw sudah menyiapkan diri jika ada karyawan yang mengundurkan diri.  Dari awal, gw sibuk nyiapin system SOP.  Segala macem SOP, untuk menghadapi karyawan yang bakal keluar masuk itu.  Secara teori, sebuah system dalam perusahaan harus dirancang agar sebuah posisi dapat diisi oleh siapa pun.  Secepat apapun pergantian personelnya, si perusahaan tetap bisa berjalan aman, damai, tentram.

Tapi, untuk memberhentikan karyawan? Alias mecat, gw betul2 ga siap!…

Ketika karyawan udah ga’ bisa dipercaya, apa yg harus dilakukan? Ketika sudah tidak amanah? Ketika pelanggaran terhadap hal yang material sudah terjadi?.. sibuk nanya sana-sini, termasuk curhat ke orang2 profesional dalam bidang HRD, plus mentor kmb, solusinya adalah: BERHENTIIN!.. Sumpah, ga pernah terlintas dikepala gw untuk mecat pegawai… karena buat gw, itu adalah hal yang ‘kejam’.

Jumat minggu lalu, gw ikut training sdm for ukm di tda center, si ibu bilang ke gue: sebagai usahawati, asumsi kita terhadap karyawan adalah tidak ada karyawan loyal.  Andaikan sebuah bus, owner adalah supir bus, satu2nya orang yg tau mau dibawa kemana perusahaan ini.  Karyawan kita adalah penumpang bus, yang bisa kapan ajah turun-naik bus, seenak udelnya.. yang kita juga punya kuasa untuk nurunin atawa naekin penumpang.. sekali lagi, kita ga butuh karyawan loyal, kenapa? Karena yang kita butuhkan adalah karyawan yang produktif, talented person!.. so jangan pernah berfikir tentang loyalitas.  Itu satu hal buat gw.

PR gw selanjutnya adalah gimana cara mecatnya? Agar tidak sakit hati, agar tidak ada yang terdzolimi…

***********

Kondisi kios delima yang pindahan dari kantor dirumah, ke mall detos adalah hal lain lagi.  Kebayang dong riwehnya.. stok udah masuk karung, gw sendiri sibuk mikirin desain kios.. sesederhana apapun, posisinya yang didalam mall, membuat gw kudu membuat desain!.  Saking riwehnya gw putuskan untuk tutup 2 hari.  Tidak menerima order ataupun melakukan order, semua di ‘freeze’.  Harapannya pindahan kelar karyawan baru dapat, yang lama bisa diberhentikan.

************

Balik lagi ke karyawan, gw coba ngomong dari hati ke hati.. istilah HRDnya konseling, berbekal ilmu dari training sebelumnya.  Gw masi berfikir positif, dengan memberi waktu si karyawan nyari2 kerjaan ditempat lain, sementara gw pun nyari2 karyawan baru pengganti dia.  Karena jumlah pencari kerja ada lowongan ga seimbang, kebayang dong gw dpt karyawan lebih dulu sebelum si karyawan lama dapat kerjaan baru.

Opsi pertama, berhentiin langsung – sesuai kesepatakan kami sebelumnya.

Opsi kedua, mereka tandem.

Mengingat kondisi kios delima yang emang butuh tenaga banyak, gw pilih opsi 2.  Selain memberi kesempatan karyawan lama waktu lebih panjang untuk mencari pekerjaan baru, gw pun masih bisa ‘mengharapkan’ tenaga dia.

Terus terus terus apa yang terjadi selanjutnya?.. hahhhahahahaa ‘gaya sinetron’

Ide tandem adalah hal terburuk atau terbodoh yang pernah ada.  Yes! Itu kesimpulannya.

Skenarionya begini: berasumsi karyawan professional, dikasih notice akan berakhir masa kerjanya tanggal xxx, silakan cari kerja dulu.  Seperti gw dulu ketika resign: mana pak karyawan barunya pengganti saya? Sini saya ajarin kerjaannya apa ajah.. begitu bukan? Bukan!…

Dia malah sibuk ngejelek2in gw, nakut2in si karyawan baru… akhirnya, ni anak yang emang sepertinya punya mental kurang kuat.. ga’ dateng lagi besoknya!…

Itu belum seberapa, hal terburuk yang karyawan lama gw lakukan kemudian adalah: dia mengusir semua orang ‘calon penjaga toko’ yang mau di interview! Padahal mereka dateng bukan buat janji sama gw, tapi dengan toko lain sebelah gw, yang juga nyari pegawai!..

Alhasil? Gw disalahin para pemilik toko lainnya!.. Astagfirullah… *ngurutdada*

Bahkan, owner toko yang rumahnya di Bintaro, sengaja dateng cuman untuk interview, naek pitam..

**************

Pelajaran sangat berharga buat gw…

*************

Pemecatan seketika pun dilakukan.. there are no more options.. gw lari ke atm, kasi gaji plus pesangon, your are end now!… dengan tampang sok polosnya kemudian bertanya-tanya… kenapa bu?.. gw Cuma bisa bilang: dimanapun kamu kerja, kepercayaan dan kejujuran adalah segalanya… bertindak culas tidak pernah dibenarkan.

************

Semoga dia bisa belajar, belajar untuk professional, belajar untuk berkata benar, bertindak jujur.. semoga gw pun bisa belajar.. belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.  Pribadi yang pantas mendapatkan karyawan idaman. The show must go on.  Walaupun artinya untuk beberapa hari kedepan gw harus jumpalitan sendiri.  This is me, the strong me.  InsyaAllah.  Aamiin.

About permatasuri

Dreamer, lovely wife, great bussiness women (will be!). Love to read and write, also organization activist. Travelling, Food lover, sometimes cooking. Insterested in craft, sewing, kniting. Marriege with Iman Sulaeman, a lovely guys, handsome and of course my angel.
This entry was posted in gado-gado, My biz and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Karyawanku sayang, karyawanku kurang ajar..

  1. Davara says:

    maksur , ini karyawan kios delima si L itu ?? hmmm manggut manggut .. pantessss😀

  2. Sagung says:

    betul mbak, saya sepakat merasa bahwa pemecatan adalah sebuah “KEKEJAMAN”. Selama ini saya berharap semoga dia mengajukan pengunduran diri sendiri. Tapi kalo udah parah, ya bilang “kamu tidak cocok dengan iklim perusahaan”

    Saya berpikir, buat apa ngurusin pegawai yang tidak benar. Kita cari yang lebih niat sungguh2 dalam bekerja.

    Kan sekaligus dapet pahala bahwa posisinya yg kosong/ditinggalkan ternyata merupakan rejeki bagi orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s