Belajar dari Life of Pi

Udah seminggu lalu sih gw nonton film ini di blitz MOI.  Lagi pengen main jauh2.. hihihiii

filmnya sendiri menurut gw keren banget- amazing, apalagi efek visualnya… sangat dianjurkan nonton versi 3D-nya.. Film ini diangkat dari novel karya Yan Martel, novelnya gw belum baca.. sejujurnya gw baru tau tentang novel ini ya dari filmnya… hihihiii… belakangan ini gw emang lg jarang baca novel sih.. *pembelaan*

Pi Patel & Richard Parker

Pi Patel & Richard Parker

gw bukan peresensi film yang baik.. *jujur* gw hanya akan menuliskan pelajaran yang gw dapet setelah nonton film ini.

Tokoh utamanya Pi Patel, anak India yang lahir & dibesarkan di area kebun binatang milik orang tuanya.  Dia dibesarkan dengan keyakinan hindu, kemudian sempat memahami ‘tuhan’ melalui katolik dan muslim juga.  Salut sama orang tuanya yang bisa begitu terbuka atas pencarian seorang anak terhadap ‘Tuhan’.

Keluarga mereka harus pindah ke kanada akibat krisis ekonomi di India, ayah Pi mendapatkan tawaran pekerjaan cukup menarik di Kanada sana.  Jadilah Pi sekeluarga naek kapal kargo, sekeluarga disini termasuk hewan2nya.. karena menurut sang ayah harga jualnya sangat menarik di Kanada.

Kecelakaan akibat badai dahsyat menyebabkan kapal kargo yang mereka tumpangi karam di tengah lautan.  Hanya Pi seorang yang selamat. Tapi dia terjebak dalam satu sekoci penyelamat bersama zebra, heina, orang utan & harimau bengali.  Hampir keseluruhan film  ini, menggambarkan bagaimana Pi bertahan hidup dari ganasnya lautan dan berjaga-jaga dari serangan si harimau bengali yang bernama Richard Parker.  Zebra, heina dan orang utan udah jadi santapan harimau tentunya.

Pelajaran lain yang saya dapat adalah Bagaimana Pi fokus pada pencarian solusi agar bertahan hidup dan tentunya menemukan daratan.  Pi tidak meratapi musibahnya.. bayangkan kehilangan ayah, ibu dan abangnya sekaligus ditambah terapung2 tak jelas arahnya dilautan plus bersama harimau… mungkin saya ga akan sanggup untuk melanjutkan hidup.  Tapi Pi terus berjuang, mencari jalan keluar, bertahan, dan terus bertahan.  Dia berusaha memancing mencari makanan bukan hanya untuknya tetapi jg untuk Richard Parker.  Dia bahkan berusaha melatih Richard Parker untuk menuruti perintahnya.. berbagi sekoci tanpa harus saling ‘menyantap’.

Di buku hariannya dia menulis, ”Saya berterimakasih kepada Richard Parker, saya jadi selalu awas dan waspada mempertahankan hidup. Tanpa dia mungkin saya sudah mati.”

Pelajaran berharga selanjutnya adalah selalu ada harapan.  Yup, never lose hope!  Pi yang kelaparan, kehausan, kehujanan, kedinginan, terbakar teriknya matahari, terhempas bagai; tetapi Pi tidak pernah kehilangan harapan.

Bahkan disaat Pi merasa sendirian, betul2 sendirian bahkan Tuhan pun tidak ada; sesungguhnya Tuhan tetap menjaga.  Hanya satu yang diperlukan Keyakinan. Keyakinan!

Seberapa besar pun masalah hidup yang kita hadapi.. InsyaAllah dengan keyakinan kita bisa melewatinya… toh, badai pasti berlalu..

Let get back to work…

About permatasuri

Dreamer, lovely wife, great bussiness women (will be!). Love to read and write, also organization activist. Travelling, Food lover, sometimes cooking. Insterested in craft, sewing, kniting. Marriege with Iman Sulaeman, a lovely guys, handsome and of course my angel.
This entry was posted in The movie and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s